PEKANBARU - Buruknya infrastruktur seperti jalan dan jembatan di kota Pekanbaru cukup dieluh-eluhkan sebagian warga. Dari pantauan Metro Riau ada beberapa titik jalan di kota Pekanbaru yang kondisinya sudah tidak layak, di antaranya jalan Karya 1 Marpoyan Damai, jalan Dharma Bakti-Sigunggung, juga jalan Gotong Royong-Rumbai. sebagian jalan ini ada yang memang sudah dimakan usia dan ada pula jalan yang memang baru dikerjakan tetapi sudah mulai rusak.
Salah satu warga jalan karya 1, Giman (41) kepada Metro Riau mengatakan, kondisi jalan karya 1 yang hancur dan tinggal kerikil sudah lama ia rasakan dan belum ada perbaikan. "Lihat saja, kondisi jalan ini (jalan Karya 1-red) kondisinya parah, tinggal kerikil. Tapi, belum juga ada perbaikan," tuturnya.
Sama halnya, Lubis (50), warga jalan Dharma Bakti menuturkan kondisi jalan di Dharma Bakti ujung yang berlubang sangat mengganggu, selain kondisi jalan yang berlubang, katanya debu-debu akibat jalan rusak tersebut juga sangat mengganggu.
"Jelas mengganggu sekali, jalan berlubang seperti ini kan bahaya. Bisa saja terjadi kecelakaan, selain itu debu-debu juga sangat mengganggu sekali, apalagi lokasi rumah saya di tepi jalan seperti ini," ujarnya.
Sementara pengamat perkotaan, Mardianto Manan saat diminta tanggapan tentang masalah ini, mengatakan kondisi jalan yang rusak tidak bisa dibiarkan begitu saja, Mardianto mengatakan instansi terkait yang menangani masalah ini harus segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada.
"Kondisi jalan rusak seperti itu harus segera ditangani oleh pihak terkait, harus segera diperbaiki," sebutnya.
Menyinggung apakah kualitas aspal yang buruk atau memang pengerjaan jalan tersebut jauh di bawah standar, Mardianto mengatakan untuk mengetahui itu menurutnya harus ada penelitian. Mardianto juga menjelaskan dalam kontrak pengerjaan jalan ini memang ada dibunyikan umur jalan yang akan dikerjakan.
"Kalau masalah itu, kita tidak dapat menghakimi apanya yang salah dalam hal ini, utnuk mengetahuinya kita harus lakukan penelitian dulu. Tidak bisa kita memfonis apakah kualitas aspal yang jelek atau pengerjaannya yang tidak memenuhi standar. Dalam kontrak pengerjaan jalan itu sudah ada dibunyikan berapa lama umur jalan yang akan dikerjakan," jelasnya.
Mardianto juga mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kondisi jalan cepat rusak dan berlobang, Dia berpendapat juga bisa disebabkan oleh kondisi tanah.
"Ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi jalan yang seperti itu, salah satunya kondisi tanah. jika membangun aspal di tanah sekitar rawa-rawa dengan membangun jalan di tanah yang keras, tentu akan berbeda kualitas aspal yang digunakan untuk jalan tersebut," kata Mardianto. "Jadi, jika jalan yang dibangun di tanah yang keras juga cepat rusak, perlu diperhatikan keseriusan dalam pembuatan jalan tersebut," tambahnya.
Mardianto berharap kedepannya, Pemerintah dan pihak terkait agar serius menangani masalah jalan yang rusak dan berlubang ini, Ia mengatakan sistim tender dalam proyek harus segera dibenahi, dan perlu ada penggawasan dalam pengerjaannya agar tidak ada penyelewengan dana proyek.
"Pihak terkait dan pemerintah harus mulai membenahi sistim tender proyek ini, harus ada juga pengawasan dalan proyek pengerjaan jalan ini, agar dana yang semestinya dipakai untuk jalan dengan kualitas bagus diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu," kata Mardianto. (kj/MR)
Salah satu warga jalan karya 1, Giman (41) kepada Metro Riau mengatakan, kondisi jalan karya 1 yang hancur dan tinggal kerikil sudah lama ia rasakan dan belum ada perbaikan. "Lihat saja, kondisi jalan ini (jalan Karya 1-red) kondisinya parah, tinggal kerikil. Tapi, belum juga ada perbaikan," tuturnya.
Sama halnya, Lubis (50), warga jalan Dharma Bakti menuturkan kondisi jalan di Dharma Bakti ujung yang berlubang sangat mengganggu, selain kondisi jalan yang berlubang, katanya debu-debu akibat jalan rusak tersebut juga sangat mengganggu.
"Jelas mengganggu sekali, jalan berlubang seperti ini kan bahaya. Bisa saja terjadi kecelakaan, selain itu debu-debu juga sangat mengganggu sekali, apalagi lokasi rumah saya di tepi jalan seperti ini," ujarnya.
Sementara pengamat perkotaan, Mardianto Manan saat diminta tanggapan tentang masalah ini, mengatakan kondisi jalan yang rusak tidak bisa dibiarkan begitu saja, Mardianto mengatakan instansi terkait yang menangani masalah ini harus segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada.
"Kondisi jalan rusak seperti itu harus segera ditangani oleh pihak terkait, harus segera diperbaiki," sebutnya.
Menyinggung apakah kualitas aspal yang buruk atau memang pengerjaan jalan tersebut jauh di bawah standar, Mardianto mengatakan untuk mengetahui itu menurutnya harus ada penelitian. Mardianto juga menjelaskan dalam kontrak pengerjaan jalan ini memang ada dibunyikan umur jalan yang akan dikerjakan.
"Kalau masalah itu, kita tidak dapat menghakimi apanya yang salah dalam hal ini, utnuk mengetahuinya kita harus lakukan penelitian dulu. Tidak bisa kita memfonis apakah kualitas aspal yang jelek atau pengerjaannya yang tidak memenuhi standar. Dalam kontrak pengerjaan jalan itu sudah ada dibunyikan berapa lama umur jalan yang akan dikerjakan," jelasnya.
Mardianto juga mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kondisi jalan cepat rusak dan berlobang, Dia berpendapat juga bisa disebabkan oleh kondisi tanah.
"Ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi jalan yang seperti itu, salah satunya kondisi tanah. jika membangun aspal di tanah sekitar rawa-rawa dengan membangun jalan di tanah yang keras, tentu akan berbeda kualitas aspal yang digunakan untuk jalan tersebut," kata Mardianto. "Jadi, jika jalan yang dibangun di tanah yang keras juga cepat rusak, perlu diperhatikan keseriusan dalam pembuatan jalan tersebut," tambahnya.
Mardianto berharap kedepannya, Pemerintah dan pihak terkait agar serius menangani masalah jalan yang rusak dan berlubang ini, Ia mengatakan sistim tender dalam proyek harus segera dibenahi, dan perlu ada penggawasan dalam pengerjaannya agar tidak ada penyelewengan dana proyek.
"Pihak terkait dan pemerintah harus mulai membenahi sistim tender proyek ini, harus ada juga pengawasan dalan proyek pengerjaan jalan ini, agar dana yang semestinya dipakai untuk jalan dengan kualitas bagus diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu," kata Mardianto. (kj/MR)
